Kamis, 19 Januari 2012

INTAN TRISAKTI

Berita
TUAS MEDIA TERBITKAN
BUKU TAJUDDIN NOOR GANIE
TRAGEDI INTAN TRISAKTI

Sejak 15 Desember 2011, Penerbit Tuas Media Kertak Hanyar mulai menyebar-luaskan buku Tajuddin Noor Ganie (TNG) berjudul Tragedi Intan Trisakti (TIT). Buku ini merupakan kumpulan naskah TNG yang telah dimuat di berbagai koran terbitan Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Semua tulisan yang dikumpulkan di dalam buku ini bertemakan tentang kegiatan pendulangan intan di Kalsel.
Mahmud Jauhari Ali, pemilik Tuas Media Kertak Hanyar, mengatakan pihaknya tertarik menerbitkan ulang buku TNG ini karena di dalamnya banyak dimuat data-data dan informasi yang terbilang penting menyangkut kegiatan pendulangan intan di Kalsel. Sebelumnya (2010), buku ini diterbitkan oleh Puskajimastra Kalsel Banjarmasin dengan omset penjualan sangat menjanjikan.
Selain memuat tulisan utama berjudul Tragedi Intan Trisakti, TIT juga memuat 4 judul tulisan TNG yang lain, yakni Profil 27 Butir Intan yang telah ditemukan orang di Kalsel, Daftar Rekor 27 Butir Intan Kalsel, dan Mendulang Intan Tak Lagi Menjanjikan.
Melalui tulisannya berjudul TIT, TNG memaparkan nasib buruk para penemu intan Trisakti (1965) ketika mereka harus bernegoisasi dengan aparat pemerintah orde lama di tingkat lokal dan nasional. Para pihak yang berkuasa ketika itu secara sepihak menetapkan Intan Trisakti sebagai barang persembahan oleh para penemunya kepada pemerintah. Sehingga prosedur yang ditempuh bukanlah prosedur jual beli, tapi prosedur persembahan.
Akibatnya para penemu Intan Trisakti menjadi pihak yang dirugikan. Para penemu Intan Trisakti cuma diberi penghargaan dalam bentuk uang yang secara keseluruhan berjumlah Rp. 3,5 juta. Uang itu menjadi tidak berarti karena tidak lama kemudian terjadi sanering. Uang Rp. 1000,- berubah nilainya menjadi Rp. 1,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar